Akhir-akhir ini aku
mulai menjadi gila karena seseorang. Dan lebih gilanya lagi, dia tidak pernah
merasa kalau sudah membuat seseorang menjadi gila karenanya. Awal bertemu
dengannya, semua mengalir begitu saja. Tidak ada yang hal yang aneh. Akupun
menikmati semuanya. Melalui setiap waktuku bersamanya. Menjalani begitu banyak
aktivitas bersamanya. Membicarakan berbagai banyak hal bersamanya. Bertukar begitu banyak pemikiran bersamanya.
Semua itu aku lakukan tanpa ada satupun hal yang ganjil didalamnya. Namun
bersama berlalunya waktu, bersama itulah muncul sesuatu yang juga tidak aku
mengerti. Sesuatu yang tidak bisa dicerna oleh otak dan logikaku. Sesuatu yang
tidak bisa dipahami oleh hati. Sesuatu yang bahkan dari seluruh kata yang ada
di kamus besar pun tidak bisa menggambarkannya.
Mungkin kalian
berpikir “kamu pasti sudah jatuh cinta dengannya ?”
Dan aku akan menjawab
“tidak, itu salah.” Tentu kalian semua sudah pernah mengalami jatuh cinta. Atau
bahkan mungkin sedang mengalami hal tersebut saat ini. Dan kalian tahu
bagaimana rasanya satu ungkapan tersebut. Begitupun denganku. Aku sudah
berkali-kali mengalami, merasakan, dan menikmati satu ungkapan fenomenal itu.
Dan berdasarkan pengalamanku, tidak seperti ini rasanya. Tidak seperti yang aku
alami saat ini. Jauh berbeda. Inilah yang membuatku gila.
Aku tidak selalu
bahagia setiap bersamanya.
Aku tidak selalu
merasa berbunga-bunga setiap bersamanya.
Aku tidak selalu
merasa nyaman setiap bersamanya.
Aku tidak selalu
merasa senang setiap bersamanya.
Aku tidak selalu
tertawa setiap bersamanya
Aku pernah kecewa
dengannya.
Aku pernah merasa
sakit hati karenanya.
Aku pernah merasa
sangat kesal dengannya.
Aku pernah menjadi
begitu marah dengannya.
Aku pernah malas
dengannya.
Aku pernah merasa
sangat bosan dengannya.
Aku bahkan pernah
merasa tidak ingin bertemu dengannya... lagi...
Apa itu bisa dikatakan
jatuh cinta? Aku rasa tidak. Bukankah ketika seseorang jatuh cinta, ia akan
selalu merasa bahagia , selalu merasa berbunga-bunga, selalu merasa nyaman,
selalu merasa senang setiap kali bersama orang yang menjadi objek dari kata
jatuh cinta sebagai predikatnya.
Bukankah ketika
seseorang jatuh cinta, ia tidak akan menjadi kecewa, merasa sakit hati, merasa
sangat kesal ataupun begitu marah dengan setiap hal yang dilakukan olehnya.
Yahhh,, mungkin perasaan itu ada, namun ia bisa memberi kompensasi terhadapnya.
Ia akan memberi toleransi dan cepat mengubah pikirannya. Pikiran yang
menjadikan bias bahwa ia tidak pernah
salah.
Bukankah ketika
seseorang jatuh cinta, ia tidak akan merasa malas atau bahkan merasa bosan
dengannya. Dan pastinya tidak akan muncul pemikiran untuk tidak ingin bertemu
lagi dengannya. Yang ada setiap hari hanya muncul keinginan untuk terus bertemu
dan kalau bisa bersama dengannya. Bagaimanapun caranya.
Tapi bukan seperti itu
yang aku rasakan. Tidak seperti itu......... dan aku benar-benar gila
karenanya.
Memang,......
terkadang aku juga merasakan hal-hal indah seperti pada bait pertama dari
ungkapan rasanya jatuh cinta. Namun tidak setiap hari, tidak setiap saat, tidak
setiap kali saat bersamanya. Dan pastinya aku tidak akan melakukan hal-hal
konyol seperti pada bait-bait selanjutnya. Aku tidak akan memberikan kompensasi
dan toleransi jenis apapun. Aku juga tidak akan mengubah pola pikirku, sampai
berpikir kalau dia tidak pernah salah?? Aku tidak punya sama sekali kata-kata
itu dalam otak kiriku untuknya. Merasa malas, bosan dan jenuh itu sering sekali
terjadi padaku. Bahkan aku sempat berpikir untuk tidak ingin lagi bertemu atau
sekedar melihat wajahnya.. ini juga yang membuatku gila.
Dan ada satu hal lagi
yang juga menjadi pendukung, ikut menyumbang dalam hal kegilaanku karenanya.
Beberapa saat yang lalu, ada satu hal yang tiba-tiba muncul dalam pikiranku.
Satu hal itu yang membuatku gelisah sepanjang malam. Satu hal itu yang membuat
otakku bekerja sepanjang malam hingga menjadi hal yang sangat sulit untuk
mengistirahatkannya. Dan setelah aku berhasil untuk tertidur, dia datang
mengacaukan semua mimpiku hingga paginya aku harus bangun dengan perasaan tidak
nyaman. Tidak berhenti sampai pagi, dia tetap saja bertahan menjangkiti seluruh
jaringan otakku sepanjang hari. Sampai sampai apapun yang mencoba masuk selalu
ditolak.
Kau tau apa pikiran
itu???
“ Aku ingin hidup
bersamanya dan menghabiskan sisa waktuku bersamanya, dan aku tidak peduli
dengan apapun. Aku berpikir dia akan merubah hidupku dan membuatnya menjadi
lebih baik.”
Mungkin bagi kalian
itu hal yang biasa, karena pasti kalian pernah juga mempunyai pikiran seperti
itu. Bagiku itu pun juga bisa menjadi hal yang biasa, jika aku punya alasan
untuknya. Setidaknya ada sebab sebagai akibat munculnya pikiran semacam itu.
Tapi aku tidak punya semua itu. Aku tidak tahu alasannya. Aku tidak tahu apa
penyebabnya. Pikiran itu muncul begitu saja. Dia muncul dengan sendirinya tanpa
tahu dari mana asal usulnya. Dia tiba-tiba saja datang tanpa tahu siapa yang
mengundangnya. Satu-satunya hal yang jelas hanyalah, pikiran itu muncul tepat
setelah aku diantar pulang olehnya setelah hampir 24 jam dalam hariku habis
bersamanya. Itu satu-satunya hal yang aku bisa ingat. Benar-benar,
sungguh-sungguh dan sangat-sangat membuatku gila.
Sekarang aku tidak
tahu harus bagaimana..... dan karena ketidak tahuanku untuk melakukan apa, aku
tidak akan melakukan apa-apa. Aku hanya akan menjalaninya saja, membiarkan
waktu berjalan apa adanya. Karena hanya dia yang aku rasa mampu menjawab semua
pertanyaanku. Aku tidak akan berusaha menebak ataupun memikirkan bagaimana
ending dari kisahku ini... Karena aku tidak mampu untuk melakukannya..... Aku
juga tidak akan menghakiminya atau berusaha menjalankannnya sesuai
kemauanku..... Karena aku tahu ada yang sudah menjalankannya yaitu Dia. Jika di
akhir nanti, aku memang harus bersamanya.... Aku akan melakukannya. Begitupun
jika di akhir nanti dia harus bersama dengan orang lain dan bukan aku, aku pun
akan terima. Yang jelas saat ini, karena ada satu alasan yang menuntutku untuk
tetap bertemu dan bersama dengannya, aku akan menjalaninya dan menjalin
hubungan tetap baik dengannya. Perasaan yang cukup membuatku tidak nyaman ini,
tidak cukup untuk membuatku harus menghindarinya.... sekalipun mungkin akan
lebih baik untuk melakukan itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar