Inikah jawaban dari begitu banyak pertanyaanku?
Inikah akhir dari kegilaanku?
Inikah yang ternyata akan terjadi setelah semua yang ku lalui?
Dan inikah ending yang diberikan sang waktu dari kisahku?
Aku tidak tahu,, tapi aku rasa memang begitu.
Meskipun ini tidak pernah ada di pikiranku sebelumnya.
Meskipun ini tidak pernah terlintas sedetikpun dalam benakku
sebelumnya.
Dan ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk bisa diterima.
Namun aku harus mempercayainya, bahwa memang kenyataannya
seperti itu.
Waktu telah menjawab semua pertanyaanku. Tapi ia tidak bisa
mengakhiri kegilaanku, karena aku justru menjadi lebih gila dari sebelum itu.
Waktu telah menunjukkan apa yang terjadi setelah semua yang ku
lalui. Tapi aku rasa ini sangat sulit, lebih sulit dari yang lalu.
Waktu telah memberikan ending dari kisahku. Tapi aku tidak bisa
terima, karena bukan ini yang aku mau.
Jika dulu aku akan membiarkan semua berjalan apa adanya.
Jika dulu aku membiarkan sang waktu menjawabnya.
Jika dulu aku aku tidak akan menebak atau memikirkan endingnya.
Jika dulu aku tidak akan berusaha untuk menghakiminya atau
menjalakannya sesuai kemauanku.
Jika dulu aku akan terima jika dia memang tidak harus bersamaku.
Aku ingin menarik semua hal itu dari pikiranku, andai itu
diperbolehkan.
Karena aku ingin semua seperti yang aku mau.
Aku menjadi lebih lebih gila dari sebelumnya.
Kalian tau kenapa seperti itu?? Kenapa aku punya pikiran seperti
itu?? Kenapa aku harus menjilat ludahku
sendiri?? Kenapa aku ingin mengingkari apa yang sudah keluar dari mulutku ??
Karena inilah yang terjadi??
Akhirnya waktu membuatku tidak bisa bersamanya lagi seperti
dulu. Tidak bisa dari semua waktuku habis bersamanya lagi. Tidak ada banyak hal
yang bisa kulakukan bersamanya lagi. Dan tidak ada kata bertukar banyak
pemikiran bersamanya lagi.
Jika dulu aku tidak perlu menunggu kedatangannya,karena setiap
hari ia akan datang. Sekarang aku harus menunggu selama berhari-hari, itu pun
dengan ketidak pastian.
Jika dulu aku tidak perlu menebak kapan ia akan datang, karena
ia pasti akan datang. Sekarang aku harus menebak-nebak seperti menjawab
teka-teki.
Jika dulu aku tidak perlu memikirkan apakah ia akan datang,
karena ia juga pasti akan datang. Sekarang aku harus membuat otakku bekerja
keras hanya untuk memikirkan semua itu.
Jika dulu aku tidak perlu gelisah hanya untuk bertemu dengannya,
karena aku pasti akan bertemu. Sekarang hariku harus habis dengan perasaan itu.
Entah kenapa, tiba-tiba menjadi seperti itu. Aku pun tidak tahu
kenapa justru itu yang terjadi.
Ia menjadi sangat sibuk di hari-harinya, sehingga bertemu
denganku sudah tidak masuk dalam daftar jadwalnya. Jangankan bertemu,
menghubungiku lewat telephon saja bisa di hitung jari.
Tidak hanya itu, ia menjadi tidak hangat lagi seperti dulu.
Waktu bersamanya tidak sebahagia dulu. Bertatap mata dengannya tidak seindah
dulu. Berjabat tangan dengannya tidak semanis dulu. Tertawa dengannya malah
menggoreskan luka dihatiku. Berbicara dengannya menjadi hal canggung, aneh. Ia
menjadi seseorang yangasing untukku.
Aku menjadi sangat jengkel setiap dengannya. Aku menjadi sangat
marah dengannya. Bahkan karena saking marahnya aku, aku mengucapkan kata-kata
yang sangat kasar dengannya. Dan mungkin itu membuatnya marah, tapi aku juga
tidak tahu. Aku sudah berusaha minta maaf, tapi aku tidak tahu apa dia akan
memaafkan. Pokoknya semua menjadi kacau, sangat kacau.. sesuatu yang tidak bisa
aku mengerti, sangat tidak bisa. Sesuatu yang tidak bisa aku terima, sangat
tidak terima.
Waktu,, bisakah kau kembalikan seperti yang dulu lagi?? Aku
tidak mau seperti ini.
Bisakah kau biarkan waktuku habis bersamanya lagi?? Aku pun
sangat rela.
Bisakah kau biarka aku melakukan banyak hal bersamanya lagi??
Aku merasa sendiri.
Bisakah kau biarkan aku bertukar pikiran tentang banyak hal
bersamanya lagi ?? aku merasa sepi.
Aku benar-benar, sungguh-sungguh dan sangat-sangat menjadi lebih
gila dari yang lalu....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar