expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>
WELLCOME IN MY BLOG..DON'T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT!!

Sabtu, 25 Mei 2013

happiness


(ini nyata) Beberapa hari yang lalu, karena ada libur kuliah beberapa hari aku memutuskan untuk pulang ke Ngawi. Dari Jogja (impianku terwujud buat kuliah di Jogja, hehe..) aku naik bis. Nah, saat di dalam bis ada sesuatu yang menarik bagiku. Saat itu aku duduk di samping dua orang dewasa, yaitu seorang nenek yang cucunya telah kuliah dan seorang bapak yang anaknya akan memasuki jenjang kuliah tahun ini. Karena duduk bersampingan dengan mereka, mau tidak mau aku harus mendengar pembicaraan mereka walaupun sebenarnya tidak ingin. Awalnya sih aku nggak tertarik sama sekali karena mereka hanya membicarakan tentang masuk ke perguruan tinggi negeri (mungkin bukan nggak  tertarik, lebih tepatnya minder kali yah karena aku nggak bisa kuliah di perguruan tinggi negeri yang membuat anak-anak gila karenanya,...). Namun aku mulai tertarik ketika mereka membicarakan tentang kebahagiaan.  Salah satu kalimat yang membuat terbengong-bengong adalah ketika nenek itu berkata “ saking sibuknya orang mencari kebahagiaan, sampe-sampe tidak sadar bahwa kebahagiaan itu terletak pada diri mereka sendiri”. Ini membuatku diam sejenak dan merenung “ benar juga yah”. Dan ini membuatku terinspirasi untuk mengorek-orek (sambel kali yah..) dan menggali-gali (prett, dikira lubang apa...) dari sebuah kata yang sangat tidak asing di telinga kita yaitu “ kebahagiaan”. Apa sih kebahagiaan itu sampai-sampai semua orang buta akan hal itu? Dan dimana sebenarnya letaknya? Bagaimana kita bisa mendapatkannya?
“Kebahagiaan” sepertinya itulah yang ada dalam benak semua orang dan menjadi tujuan hidup mereka. Pertanyaan- peratanyaan seperti “ dimanakah kebahagiaan itu?” juga “ bagaimana caranya agar aku bisa memperoleh kebahagiaan?” sepertinya telah memenuhi pikiran semua orang.  Karena saking sibuknya mencari hal itu, hingga manusia lupa arti sebenarnya dari kata “kebahagiaan”. 
Ada yang bilang kebahagiaan itu adalah ketika ketemu dengan orang yang  kita sukai. Ini buat orang yang lagi jatuh cinta. Karena alasan itu, ada beberapa dari mereka rela mengikuti kemana pun orang yang di sukai pergi dan mengorbankan mimpi-mimpinya... waw.
Ada juga yang bilang kebahagiaan itu ketika si dia menyatakan cinta dengan penuh keromantisan. Kalau dia nggak cinta, masa juga harus nyatain cinta. Dicintai dengan penuh keterpaksaan, yakin itu membuat kita bahagia?
Ada juga yang bilang kalau bahagia itu ketika kita mendapatkan hadiah dari orang yang spesial. Nah kalau orang itu nggak ngasih, apa mau dipaksa? Iya, bahagia buat kita tapi menyiksa buat dia.
Ada yang bilang juga kalau kebahagiaan itu ketika kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan. Sampai banyak orang menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkannya. Tanpa mereka sadari, bahwa mereka telah merugikan orang lain. Bagaimana itu bisa disebut kebahagiaan jika ada orang lain yang di lukai.
Oh ya, kemarin ada yang update status di facebook, katanya bahagia itu sederhana. Ketika kita melihat mantan kita di PHP in sama gebetannya. Wahhhh..... kasian banget donk...
Kalau dalam kamus besar bahasa indonesia 3 bahagia itu adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).
Sebenarnya kebahagiaan itu adalah sebuah  rasa, dan rasa itu ada dalam diri kita. Rasa itu kita sendiri yang menciptakannya, kita sendiri yang mengelolanya. Kita ingin sedih, maka kita juga akan merasa sedih. Kita ingin kecewa, maka kita juga akan merasa kecewa. Begitu pula dengan bahagia, kita bisa membuat diri kita bahagia. Banyak orang berpikir, kebahagiaan itu hanya bisa diperoleh, ketika apa yang kita inginkan tercapai. Padahal yang membuat kita bahagia bukan hal-hal itu. Bukan uang, bukan tahta, bukan jabatan, bukan kemewahan. Yang membuat kita bahagia adalah rasa puas, dan rasa puas itu diciptakan oleh diri kita sendiri.
Lalu apakah kita hanya bisa mendapatkan rasa puas ketika semua hal yang kita tuntut bisa tercapai?
Tidak adakah jalan lain?
Tanpa itu, sebenarnya kita bisa. Dengan menyukuri apa yang telah ada, menerima apa adanya diri kita, tanpa merasa iri dengan orang lain. Itulah kuncinya. Dengan itu kita bisa merasa puas, dan kebahagiaan akan selalu bersemayam dalam hati dan pikiran kita. Namun meskipun begitu, bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Karena menerima diri apa adanya diri kita, menjadi diri kita sendiri adalah dengan memaksimalkan apa yang ada pada diri kita. Meyukuri apa yang telah ada, juga bukan berarti kita tidak perlu berusaha lagi. Karena rasa syukur bukan untuk menjadikan seseorang berhenti berusaha, namun menjadikan semangat untuk lebih berusaha lagi.
Jadi, siapkah kamu merasakan kebahgiaan setiap harinya?
Karena kamulah driver dari kebahagiaanmu sendiri...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar